1. TEORI HUMAN RELATION
Human Realition itu adalah hubungan baik yang tercipta karena kesadaran dan adanya keinginan individu demi pemenuhan keinginan bersama (Hasibuan). dan human relation dapat di simpukan sebagai proses hubungan baik yang dilakukan dengan interaksi antara seseorang dengan orang lain untuk menimbulkan rasa pengertian, sadar akan kepuasan serta keinginan pribadi untuk memenuhi keinginan bersama.
a. Faktor Human Relations
Ada dua faktor dalam Human Relations
1) Faktor Komunikasi.
Komunikasi adalah salah satu sarana dalam sebuah organisasi untuk membantu dalam mempengaruhi mekanisme atau melakukan perubahaan. Namun komunikasi juga merupakan salah satu faktor penentu dalam maju atau mundurnya sebuah perusahaan.
Dalam komunikasi juga terdalam pola komunikasi yaitu pola komunikasi formal dan pola komunikasi non-formal. Dalam komunikasi non-formal terjadi pada saat santai dan bukan dalam acara tertentu. Sedangkan, dalam komunikasi formal organisasi sendiri terdapat 3 jenis komunikasi yaitu:
(a) Komunikasi vertical,komunikasi ini terjadi antara pihak yang mempunyai tingkatan yang berbeda dalam sebuah organisasi, bisa dari yang bawah keatas ataupun sebaliknya.
(b) Komunikasi horizontal, komunikasi ini terjadi antara pihak yang mepunyai tingkatan yang sama dalam sebuah organisasi, baik jabatan, tim atau lainya.
(c) Komunikasi Diagonal, komunikasi ini terjadi antara pihk yang berbeda atau menyilang dari segi organinasi maupun jabatan.
2) Faktor partisipasi, merupakan hal yang penting dalam membantu meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas kerja, menerima perubahan yang ada secara baik serta mengurangi kecanggungan satu sama lain.
b. Teori Human Relations
Gerakan Human Relations ini sebenatnya sudah ada Hawtrone Studies, yang dikerjakan oleh peneliu di bawah bimbingan Fritz Roethlisberbger yitu salah satunnya Alton mayo yang di anggap sebangai “Bapak Studi Howtrone”. Elton mayo menyimpulkan bahwa produktivitas kerja di tentukan oleh organisasi yang mampu memberikan kesempata bagi pegawai utnuk melakukan Human Relations
Beberapa anggapan dasar pendekatan Human Relations menurut Rohim :
1) Produktivitas yang ditentukan oleh norma sosial dan faktor psikologis.
2) Imbalan yang bersifat non ekonomis, sangat penting didalam motivasi karyawan
3) Karyawan biasanya akan memnerikan reaksi terhadap suatu persoalan lebih ke anggota maupun individu.
4) Kepemimpinan yang memegang peranan yang penting serta mencangkup aspek-aspek formal dan informal.
5) Penganut Human Relations beranggapan bahwa komunikasi sebagai fasilitator penting dalan proses pembuatan keputusan.
c. Prinsip-prinsip Humaan Relation
Dalam sebuah organinasi ataupun lembaga serta instansi :
1) Importance of Individual
Mementingkan perusahaan bagi setiap individu, pegawai, pekerja dan lainya.
2) Mutual Acceptance ( saling menerima)
Saling menerima serta memahami baik antara keryawan, pemimpimpin dalam melakukan tugas serta fungsinya.
3) High Moral Strandar (strandar moral yang tinggi)
Saling memperhatikan standar moral yang tinggi pada setiap sikap dan perilaku sebagai professional bekera dan memimpin.
4) Kepentingan Bersama
Mementingkan tercapainya tujuan dan kepentingan bersama di banding kepentingan individu.
5) Open Commmunication ( keterbukaan komunikasi)
Saling memahami serta untuk menimbulkan rasa saling pengertian dan pemahaman terkait instruksi pelanksaanan tugas.
6) Partisipasi
Ketika seseorang melakukan atau menyampaikan pendapat, ide serta sumbangan untuk kinerja demi mencapai tujuan bersama.
d. Faktor Manusia dalam Human Relation
Titik dari Human Relations ini sendiri adalah manusia. Dimana titk sentralnya adalah karyawan yang berada dalam karyawan, untuk itu maka karyawan harus ditinjau dengan cara yang baik. Untuk prakteknya seorang pemimin memang sedikit atau banyak mempelajari sifat dari karyawan itu sendiri, walupun tidak mendalam maka seorang pemimpin perlu mengetahui paling tidak mengetahui mengapa sifat seseorang atau karyawan berbeda-beda.
Sifat manusia memiliki dua sifat bawaan, yaitu sifat bawaan sejak ia lahir dan sifat yang ada atau terbentuk kareba lingkungan hidup. Nah sifat dasar yang dimiliki seseorang adalah sifat sudah ada sejak mereka lahir. Namun, menurut ahli jiwa jung membedakan manusia menjadi dua gilongan. Dimana Type extraverse adalah perhatian yang ditunjukkan keluar atau untuk kesekelilingnya, dimana orang semacam ini memiliki sifat ramah-tamah, gembira, banyak teman serta memancarkan rasa hangat
Sedangkan gologan kedua adalah Type Intraverse dimana orang ini cenderung egois dengan mementingkan dirinya sendiri disbanding kepentingan umum.
e. Tujuan di laksanakan Human Relation
1) Kepuasan psikologi pegawai
2) Moral yang tinggi
3) Disiplin
4) Loyalitas
5) Motivasi tinggi
Apabila jika dalam perusahaan melaksanakan Human Relation yang bagus maka akan dihasilkan karyawan yang baik pula, maka akan membuat perusahaan berjalan dengan baik pula.
Dalam Teori Human Relation mengakuipentingnya hubungan interpersonal yang harmonis dan damai serta adanya rasa kekeluargaan, serta saling menghormati. Maka dengan suasana yang baik pula maka perusahaan atau organisasi dapat berjalan dengan baik dengan cara-cara yang harus dicapai.
Teori Organizational
1. Pengertian
Organizational Relation (Hubungan organisasi) adalah hubungan satu-ke-satu antara bisnis untuk memungkinkan pengguna di setiap organisasi untuk melihat ketersediaan informasi pada periode waktu tertentu.
2. Tipe Organizational Relation
a. Hubungan supplier
Memindahkan produk melalui berbagai tahapan dalam proses nilai tambah sering kali melibatkan penautan pemasok, produsen, distributor, dan konsumen serta pengguna akhir bisnis barang dan jasa ke dalam saluran vertikal.
l Pemasok strategis (strategic supplier)
Hubungan dengan pemasok sering kali dikelola oleh fungsi pengadaan perusahaan. Namun, ketika pemasok memiliki dampak besar pada penawaran nilai perusahaan dan hubungannya dengan pelanggannya sendiri, pemasok dapat dianggap sebagai pemasok strategis.
l Outsourcing
Aktivitas outsourcing, seperti transportasi, layanan perbaikan dan pemeliharaan, sistem informasi dan fungsi sumber daya manusia, telah banyak digunakan dalam beberapa tahun terakhir.
b. Hubungan Pelanggan Menengah:
Pelanggan perantara dapat mencakup perantara pemasaran dan produsen yang merakit produk untuk pasar pengguna akhir.
c. Hubungan Pelanggan Pengguna Akhir:
Kekuatan pendorong yang mendasari hubungan strategis adalah bahwa perusahaan dapat meningkatkan kemampuannya untuk memuaskan pelanggan dan mengatasi lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat melalui kemitraan.
d. Kemitraan Internal:
Kemitraan internal dapat terjadi antara unit bisnis, departemen fungsional, dan karyawan individu. Tujuannya adalah untuk mendorong dan memfasilitasi kerja sama lintas fungsi daripada spesialisasi.
3. Membangun Organizational Relation
Rahasia untuk membangun hubungan organisasi adalah melakukan percakapan yang efektif dengan para pekerja. Jenis percakapan dengan pekerja ini menciptakan, membangun, dan mempertahankan hubungan. Percakapan yang efektif — percakapan yang dapat menyelesaikan konflik, membantu melatih orang lain, atau bernegosiasi secara produktif — membantu membangun hubungan apa pun situasinya.
Namun percakapan yang efektif hanya dapat terjadi jika keterusterangan, kolaborasi, dan kepercayaan ada dalam budaya organisasi.
a. Keterusterangan
Keterusterangan menciptakan transparansi dengan membantu pekerja memahami strategi organisasi dan jalur pengembangan individu. Keterusterangan tentang strategi membantu pekerja memahami apa tujuan jangka panjang organisasi dan peran mereka dalam mencapainya.
Keterusterangan tentang tujuan karir dan cara pekerja dapat mencapainya membuat pekerja merasa bahwa mereka memiliki kendali atas karir mereka dan memiliki pendukung yang berkomitmen untuk pertumbuhan mereka.
b. Kolaborasi
Menciptakan kolaborasi haruslah upaya yang jujur. Jika tidak, usaha itu akan sia-sia. Kolaborasi membantu mendorong percakapan yang efektif. Kolaborasi membantu pekerja membuat keputusan yang lebih baik, lebih banyak keputusan berbasis pengetahuan dan keputusan yang lebih menguntungkan. Lebih penting lagi, kolaborasi dapat memperkuat hubungan pekerja, membangun keselarasan, dan melibatkan pendukung serta sponsor untuk proyek.
c. Kepercayaan
Kepercayaan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat di mana pembangunan hubungan dapat terjadi. Seperti keterusterangan dan kolaborasi, ini memacu percakapan yang efektif. Cara terbaik untuk menciptakan kepercayaan adalah melalui masukan yang mendorong.
CONTOH STUDI KASUS
DAMPAK KUALITAS HUBUNGAN ANTAR MANUSIA (HUMAN RELATION) TERHADAP KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA ORGANISASI PADA PT TIMBANG LANGSA ACEH.
Human relation (hubungan antar manusia) adalah suatu hubungan kemanusiaan yang harmonis, tercipta atas kesadaran dan kesediaan melebur keinginan individu demi terpadunya keinginan bersama (Hasibuan, 2009:137). Dalam suatu organisasi, seorang karyawan dituntut untuk memiliki hubungan kemanusiaan yang baik, kepada semua pihak yang diantaranya adalah hubungan terhadap pimpinan, bawahan, maupun rekan kolega. Human relation (hubungan antar manusia) merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kinerja karena berkaitan dengan komunikasi yang meliputi pikiran, perasaan dan kerja sama dalam melakukan pekerjaan.
PT. Perkebunan Timbang Langsa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dalam pengelolaan komuditas kelapa sawit. Produk yang dihasilkan oleh PT. Perkebunan Timbang Langsa yaitu tandan buah segar kelapa sawit yang selanjutnya diolah dan dipasarakan ke provinsi Sumatera Utara. Perusahaan mengalami masalah yang berhubungan dengan hubungan antar sumberdaya manusia, hal ini terungkap dari survei yang dilakukan oleh Apiska (2018) yang menemukan bahwa :
Berdasarkan observasi awal pada tanggal 6 januari 2018 terhadap 20 orang karyawan tetap PT. Perkebunan Timbang Langsa yang berkaitan dengan human relation (hubungan antar manusia) dan kinerja diperoleh sebanyak 40% karyawan mengeluhkan sulit meningkatkan kinerja karena suasana kerja secara sosial tidak mendukung, seperti persaingan antara kolega, komunikasi yang buruk dengan pimpinan maupun bawahan.. Sedangkan 30% menyatakan bahwa memiliki hubungan yang baik antara sesama karyawan maupun dengan atasan menyebabkan bekerja dengan tenang dan fokus tanpa ada masalah yang menghambat pekerjaan sehingga kinerja meningkat. Sedangkan 30 % responden yang lain menyatakan bahwa kinerja lebih banyak terganggu oleh masalah ketidakmampuan mengendalikan diri, tidak mampu memisahkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Atas dasar permasalahan tersebut maka peneliti melakukan penelitian mengenenai dampak kualitas hubungan antar manusia (human relation) terhadap kinerja sumber daya manusia organisasi pada pt timbang langsa aceh.
Hasilnya menunjukan bahwa Human relation berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Perkebunan. Dimana hubungan yang terjalin dengan antar karyawan terhadap masing-masing kepentingan nya akan dirasa seimbang apabila masing-masing karyawan dapat bekerja secara profesional dan tidak melibatkan permasalahan pribadi terhadap kinerja dan tanggung jawab mereka. Persaingan antar karyawan yang positif dan suportif juga sangat mempengaruhi kinerja karyawan dalam suatu organisasi perusahaan dimana pada saat persaingan itu dimulai, masing-masing karyawan dapat menunjukkan kemampuan dan keahlian mereka dalam menghasilkan suatu pekerjaan tanpa menjelek-jelekkan antar karyawan satu dengan karyawan lain kepada pihak atasan.
Komentar
Posting Komentar