BAHAN BAHASAN
![]() |
| ( Recruitment and Selection ) |
Perencanaan SDM bermaksud membuat pengaturan arus gerak tenaga kerjadi dalam organisasi. Perencanaan SDM pada hakikatnya adalah usaha untuk mengantisipasi kondisimasa depan organisasi/perusahaan, agar selalu kompetitif dalam melaksana-kan bisnisnya, dalam hal ini dapat berupa suatu bentuk program rencana untukmengidentifikasi tentang persoalan-persoalan organisasi/perusahaan, ancamanancaman (Threats), dan peluang-peluang (Oportunities) dalam organisasi danlingkungan organisasi, serta mengingat erat kaitannya dengan masalah pe-luang dan hambatan, berarti perencanaan SDM sangat ditentukan oleh penga-ruh internal dan eksternal.
Sedangkan pengaruh faktor eksternal memperhitungkan kaitan-kaitan denganlingkungan, dapat membantu untuk menganalisis peluang dan hambatan,sehingga membantu persiapan sumberdaya yang diperlukan oleh organisasi/perusahaan dalam rangka mengatasi hambatan dan meraih peluang.
- Saat menerapkan strategi sumber daya manusia, organisasi harus meminta pertanggungjawaban beberapa individu untuk mencapai tujuan.
- Laporan kemajuan rutin harus dikeluarkan.
- Evaluasi hasil seharusnya tidak hanya melihat angka-angka, tetapi juga harus mengidentifikasi bagian mana dari proses perencanaan yang berkontribusi terhadap keberhasilan atau kegagalan.
Recuiting Human Resource
- Peran perekrutan sumber daya manusia adalah untuk membangun pasokan calon karyawan baru yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi jika diperlukan.
- Merekrut : Setiap aktivitas yang dilakukan oleh organisasi dengan tujuan utama mengidentifikasi dan menarik calon karyawan.
- Rekrutmen Eksternal : adalah proses rekrutmen dimana perusahaan menggunakan jasa orang dari luar organisasi untuk melakukan proses rekrutmen. Seperti penawaran terbuka untuk satu jabatan (job posting), perbantuan pekerja, kelompok pekerja sementara, dan promosi dan pemindahan.
- Rekrutmen Internal : adalah proses rekrutmen dengan menggunakan atau mempromosikan orang-orang yang sudah bekerja dalam perusahaan. Seperti hubungan dengan universitas, eksekutif mencari perusahaan, agen tenaga kerja, dan rekrutmen dengan advertensi.
- Penyusunan Strategi Untuk Merekrut . (Di dalam penyusunan strategi ini, departemen sumber daya manusia bertanggung jawab didalam menentukan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan, bagaimana karyawan akan direkrut, di mana dan kapan.)
- Pencarian Pelamar Kerja. (Setelah rencana dan strategi perekrutan disusun, aktivitas perekrutan sesungguhnya bisa berlangsung, melalui sumber-sumber perekrutan yang ada. Banyak atau sedikitnya pelamar dipengaruhi oleh usaha dari pihak perekrut di dalam menginformasikan lowongan, salah satunya adanya ikatan kerjasama yang baik antara perusahaan dengan sumber-sumber perekrutan eksternal seperti sekolah, universitas)
- Penyaringan (Setelah lamaran-lamaran diterima, haruslah disaring guna menyisihkan individu yang tidak memenuhi syarat berdasarkan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan. Di dalam proses ini memerlukan perhatian besar khususnya untuk membendung diskualifikasi karena alasan yang tidak tepat, sehingga di dalam proses ini dibutuhkan kecermatan dari pihak penyaring.
- Pembuatan Kumpulan Pelamar (Kelompok pelamar (applicant pool) terdiri atas individu-individu yang telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh perekrut dan merupakan kandidat yang layak untuk posisi yang dibutuhkan.)
Selection
Seleksi adalah proses untuk memilih pelamar untuk dijadikan karyawan dan menempatkan mereka pada posisi yang dibutuhkan oleh organisasi. Dengan kata lain, seleksi adalah suatu proses pencocokan kebutuhan dan persyaratan organisasi terhadap keterampilan dan kualifikasi para pelamar kerja. Proses Seleksi ini harus memegang Prinsip “Right People in the Right Jobs” yaitu menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat.
Selection Process
- · Wawancara Awal (Preliminary Interview) Tujuan dari wawancara ini adalah untuk memeriksa pelamar, penghapusan aplikasi yang tidak memenuhi syarat.
- · Tes Seleksi (Selection Tests) Jenis tes seleksi yang berbeda dapat dilakukan, tergantung pada pekerjaan dan perusahaan. Umumnya tes digunakan untuk menentukan kemampuan, bakat, dan kepribadian pelamar.
- · Wawancara Kerja (Employment Interview) Langkah selanjutnya dalam proses seleksi adalah wawancara kerja, wawancara dilakukan di awal, dan pada proses seleksi wawancara kerja bisa berupa wawancara satu-ke-satu atau wawancara panel.
- · Referensi dan Pemeriksaan Latar Belakang (Referance and Background Checks) Banyak pemberi kerja meminta nama, alamat, referensi nomor telepon f untuk tujuan memverifikasi informasi dan mendapatkan informasi latar belakang tambahan dari pemohon.
- · Keputusan Seleksi (Selection Decision) Keputusan seleksi adalah yang paling penting dari semua langkah dalam proses seleksi. Keputusan akhir harus dibuat dari kumpulan individu yang lulus tes, wawancara dan pemeriksaan referensi.
- · Pemeriksaan Fisik (Physical Examination) Setelah keputusan seleksi dan sebelum tawaran pekerjaan dibuat, kandidat diharuskan menjalani tes kebugaran jasmani. Tawaran pekerjaan sering kali; berselisih tentang calon yang dinyatakan fit setelah pemeriksaan fisik.
- · Tawaran pekerjaan (Job Offer) Langkah selanjutnya dalam seleksi adalah tawaran pekerjaan. Tawaran kerja dilakukan melalui surat lamaran. Surat seperti itu biasanya berisi tanggal di mana orang yang ditunjuk harus melapor untuk bertugas.
- · Kontak Pekerjaan (Contact of Employment) Informasi dasar tertulis dalam kontrak kerja yang bervariasi sesuai dengan tingkat pekerjaan. Setelah penawaran dan penerimaan pekerjaan, dokumen tertentu adalah formulir atensi.
- · Evaluasi Program Seleksi (Evaluation of Selection Program) Luasnya efektivitas proses seleksi adalah evaluasi sistematis. Audiensi berkala dilakukan di jaringan departemen sumber daya manusia yang menguraikan dan menyoroti bidang-bidang yang perlu dievaluasi dalam proses seleksi.
![]() |
| Recruitment Process |


Komentar
Posting Komentar