Career Planing
- Menurut Simamora (2001:505) karir adalah “ Urutan ak tifitas-aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku, nilai-nilai, dan aspirasi seseorang selama rentang hidup orang tersebut
- Menurut Veithzal Rivai (2009: 264) Karir terdiri dari semua pekerjaan yang ada dimana seseorang bekerja, ataupun dapat dikatakan bahwasanya karir adalah seluruh jabatan yang diduduki seseorang dalam kehidupan kerjanya.
a. Karakterristik Career Planning
Dalam Career Planning sendiri memiliki karakteristik sendiri seperti:
- Memiliki proses yang berkelanjutan, maksudnya adalah dimana rencana ini disusun untuk mencapai tujuan dengan proses yang terus berlanjut untuk kedepnya.
- Mengembangkan serta mampu membangi kehidupan pribadi dengan diagram atau garis.
- Mengetahui minat serta kemampuan karyawan.
- Menggambarkan berbagai peran yang dimiliki seorang karyawan maupun organisasi.
- Membantu individu untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk memenuhi peran karir yang berbeda baik di dalam maupun di luar organisasi.
- Memperkuat kinerja sebuah organisasi
- Memetakan arah professional yang berkaitan dengan tuuan karir
b. Manfaat Perencanaan Karir
- Mengembangkan karir dari karyawan yang nantinya dapat di promosikan untuk naik jabatan
- Mengurangi perputaran atau penggantian karyawan.
- Mendorong pertumbuhan karyawan yang berkembang.
- Untuk mengurangi penimbunan karyawan
- Melihat potensi dari karyawan
- Serta membantu jalannya rencana kegiatan organisasi.
c. Tahapan pengembangan Karir
- Tahap 1: Persiapan pekerjaan (usia0-25) Mengembangkan citra diri pekerjaan, menilai pekerjaan alternatife, mengembangkan pilihan pekerjaan wal, menger pendidikan yang di perlukan.
- Tahap 2: Masuk Organisasi ( 18-25) Dapatkan organisasi pekerjaandari organisasi yang diinginkan, pilih pekerjaan yang sesuai berdasarkan informasi yang lengkap dan akurat.
- Tahap 3 : Karir Awal (usia 25-40): Pelajari pekerjaan, pelajari aturan dan norma organisasi, cocok dengan pekerjaan yang dipilih dan organisasi, meningkatkan kompetensi, mengejar tujuan.
- Tahap 4: Karir Menengah (usia 40-55): Menilai kembali karir awal & dewasa awal, menegaskan kembali atau mengubah tujuan, membuat pilihan yang sesuai untuk usia dewasa menengah, tetap produktif
- Tahap 5: Karir Terlambat (usia 55-pensiun): Tetap produktif dalam bekerja menjaga harga diri, mempersiapkan pensiun yang efektif.
d. Faktor yang dapat mempengaruhi pengembangan kariri
Ada dua faktor yang mempengaruhi pengembngan karir yaitu :
1.) Fakor sosial
- a.) Jenis oenghasilan dan pekerjaan yang dimiliki orang tua
- b.) Pendidikan
- c.) Tempat tinggal dan keadaan lingkungan
- d.) Kelompok politik, ahli, serikat kerja dan lainya.
2.) Faktor individu
- a.) Kemampuan intelejensi
- b.) Minat dan minat
- c.) Sikap , kepribadian dan nilai
- d.) Hobi
e. Proses perencanaan karir
Pada tahapan proses ini terbagi menjadi dua yaitu :
1.) Individual. Dimana pada proses ini setiap individu melakukan beberapah seperti penilian diri, jelajah informasi, je
- a.) Penilaian diri, yaitu mengumpulkan informasi mengenai diri sendiri guna pengambiln keputusan dalam berkarir
- b.) Jelajahi informasi, yaitu informasi dalam diri yang dikumpulkan tentang diri sendiri dan menelaahinya dengan perspektif terbuka.
- c.) Jelajahi peluang, yaitu jelajahi peluang pengumpulkan informasi karir yang mencakup- prospek pekerjaan
- d.) Membuat keputusan, Proses pengambilan keputusan setelah melakukan penjelajahan peluang
- e.) Rencana Tindakan, Kembangkan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tujuan.
- f.) Hasil Audit, Dengan mengerjakan langkah-langkah sebelumnya, kembangkan pemahaman yang lebih baik tentang situasi karier seseorang dan audit hasilnya
Career Path
Career path sendiri merupakan rangkaian jabatan-jabatan yang seorang keryawan lalui selama bekera didalam suatu perusahaan, yang didalamnya terdiri dari sejumlah pekerjaan dan keterampilan sejenis.
Didalam career path ini terdapat alur dan informasi dari pekerjaan, pengalaman-pengalaman pengembngan yang penting, kualifikasi dan tugas yang dilalui atau ditampilkan selama melakukan pekerjaan sesuai dengan jabatan, persamaan dan perbedaan dalam lingkungan kerja serta sejarah pola-pola pergerakkan yang terjadi pada saat dalam ataupun diluar dari pekerjaan.
Manajemen Career Planing
Kombinasi Minat Dan Keterampilan Karir
- a. Mengejar ( Minat tinggi, keterampilan tinggi) Area dengan minat tinggi dan keyakinan tinggi. Sertakan dalam pilihan karir teratas.
- b. Mengembangkan ( minat tinggi, keterampilan rendah) Area dengan minat tinggi, keyakinan rendah. Terima sebagai kejuruan atau mengejar pembangunan keterampilan.
- c. Jelajahi ( minat rendah ketermpilan tinggi) Area dengan minat rendah tetapi keyakinan tinggi. Pertimbangkan kembali mengapa minat rendah atau transfer keterampilan ke bidang lain.
- d. Menghindar (minat rendah keterampilan rendah) Area dari keengganan dan kepercayaan diri rendah. Kecualikan dari pilihan karier teratas.
- 1.) Dorongn karyawan yang memiliki karir
- 2.) Menciptkan konteks yang mendukung
- 3.) Komunikasi arahan dari perusahaan
- 4.) Penetapan perencanaan tujuab bersama
- 1.) Identifikasi kompetensi masa depan kebutuhan.
- 2.) Menetapkan pekerjaan
- 3.) Keseimbangan promosi, transfer dan lainya.
- 4.) Menetapkan jalur karir ganda
- 1.) Peniaian
- 2.) Tetapkan investaris yang berharga (karyawan potensial)
- 3.) Tetapkan perencanaan yang matang
- 4.) Pusat penilaian.
- 1.) Sedikan buku kera dan buku belanaja
- 2.) Memberikan konseling karir
- 3.) Memberikan karyawan pelatihan manajemen
- 4.) Memberikan pengembahan dengn umpan balik
- 5.) Berikan pendampingan




Komentar
Posting Komentar