MATERI TATAP MUKA KE 6
(Merencanakan Kompensasi Yang Adil Baik Secara Internal Maupun eksternal)
Sub Pokok Bahasan
1. Evaluasi jabatan
2. Menentukan harga/nilai jabatan
3. Menentukan besar kompensasi sesuai dengan faktor jabatan
1. Pengertian Kompensasi
a) Kompensasi, menurut Rivai dan Sagala dalam Sinambela (2016:219) mendefinisikan kompensasi adalah sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti konstribusi jasa mereka pada perusahaan.
b) Menurut (Khair, 2017), kompensasi adalah adalah suatu pemberian penghargaan sebagai imbalan atas jasa, perhatian, kerja keras dan keterampilan yang diberikan sumber daya manusia kepada suatu organisasi baik berbentuk finansial maupun nonfinansial.
c) Menurut (Sudarmanto, 2009), kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung (direct) dan tidak langsung (indirect), uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak.
2. Manfaat Kompensasi
a) Berupa negosiasi ekonomi, dengan terdapatnya kompenasi atas pegawai.
b) Berupa negosiasi psikologi, pekerkaam memvisualisasikan persetujuan psikologi antara manusia dengan organisasi.
c) Berupa negosiasi sosial, kompensasi memvisualisasikan negosiasi karena organisasi ialah kumpulan yang penting dalam hubungan seseorang dengan organisasi dalam pekerjaan.
d) Berupa negosiasi politik, kompensasi memvisualisasikan negosiasi karena mengaitkan pemakaian dominasi.
e) Berupa negosiasi etika, kompensasi memvisualisasikan negosiasi etis dalam kata kompensasi yang sepantasnya bagi para pekerja.
3. Bentuk kompensasi
a. Gaji
Gaji merupakan salah satu contoh bentuk kompensasi financial langsung. Pemberian gaji sifatnya tetap dan jumlahnya pasti sepanjang hubungan kerja berlangsung. Gaji merupakan balas jasa dalm bentuk uang yang diberikan pengusaha kepada karyawan atas tenaga, pikiran yang telah disumbangkan dalm rangka memajukan atau mewujudkan tujuan perusahaan.
b. Insentif
Insentif merupakan bentuk kompensasi yang berorientasi pada hasil kerja dan merupakan salah satu faktor penting untuk memotivasi pekerja agar lebih bersemangat demi tercapainya tujuan organisasi. Insentif merupakan imbalan langsung yang dibayarkan kepada pegawai atas prestasi kerjanya yang mencapai atau melebihi target yang telah ditentukan.
c. Tunjangan / Benefit
Benefit lebih merupakan kompensasi tidak langsung atau kompensasi tambahan, baik dalam bentuk uang maupun non financial yang diberikan oleh organisasi kepada pegawai.
d. Bonus
Bentuk bonus bermacam-macam dan diberikan sesuai kebijakan yang berlaku. Dalam praktiknya pemberian bonus dapat berupa uang cash, tour rekreasi, gaji bulan ke 13 atau ke 14, tunjangan Hari Raya diberikan lebih dari ketentuan, kredit atau pinjaman lunak.
4. Evaluasi Jabatan
Evaluasi jabatan atau penilaian jabatan adalah suatu proses yang sistematis dan teratur dalam menentukan nilai suatu jabatan, relatif terhadap jabatan-jabatan lain yang ada dalam satu perusahaan.
5. Metode-metode Evaluasi Jabatan
1. Metode Non-Kuantitatif:
a. Metode Penentuan Peringkat (Ranking Method)
b. Metode Klasifikasi (Grade/Classification Method)
2. Metode Kuantitatif:
a. Metode Perbandingan Faktor (Factor Comparison Method)
b. Metode Sistem angka (Point System Method)
6. Menentukan harga/nilai jabatan
Dari analisis jabatan menghasilkan usulan job description dan job specifification yang telah disetujui oleh pihak perusahaan.
| Gambar 1: Alur Penelitian |
1. Menentukan besar kompensasi sesuai dengan faktor jabatan
Pada evaluasi jabatan sebelumnya dilakukan penentuan faktor dan sub faktor yang diteliti, dan dapat dilihat pada Gambar 2.
| Gambar 2: Struktur Hirarki Faktor Faktor yang Mempengaruhi Karakteristik Jabatan |


Komentar
Posting Komentar